Identifikasi dan Assesmen Anak Berkebutuhan Khusus

Kemampuan identifikasi sifatnya masih sederhana, baru sebatas melihat gejala-gejala fisik yang nampak. Untuk mengidentifiasi yang sesungguhnya secara akurat, tentu dibutuhkan tenaga profesional yang lebih berwenang. Jika menemukan anak yang memiliki tanda-tanda mirip atau sama dengan gejala-gejala yang tertulis dalam instrumen, maka guru dengan mudah dapat menandainya, dan jika secara kualitatif memenuhi standar minimal yang ditetapkan, maka anak tersebut dapat dikategorikan sebagai anak dengan kebutuhan khusus. Instrumen ini disusun dengan mencantumkan daftar pertanyaan atau pernyataan yang berisi gejala-gejala yang nampak pada anak untuk setiap jenis kelainan.

Fungsi Identifikasi dan asesmen

1.Penjaringan (Screening) : observasi dan wawancara

2.Pengalihtanganan (referal) : rujuk jika diperlukan atau dapat ditangani langsung oleh guru  dengan pembelajaran yang sesuai

3.Klasifikasi : memerlukan penanganan lebih lanjut oleh profesional atau langsung dapat pendidikan pendidikan khusus

4.Perencanaan pembelajaran

5.Pemantauan kemajuan belajar

sumber: Pelatihan GPK Pendidikan Inklusif Kota Salatiga

Semoga bemaanfaat.

BACA JUGA: Jenis Hambatan Anak Berkebutuhan Khusus

Berita Terkait